QRIS di Era Gen Z: Scan Sekali, Beres dalam Transaksi Digital

QRIS di Era Gen Z: Scan Sekali, Beres dalam Transaksi Digital – Sadar nggak kalau sekarang hampir semua kegiatan jual-beli itu cashless? Contohnya, beli kopi di pinggir jalan cukup scan QRIS dan selesai. Buat Gen Z, proses ini terasa cepat dan nggak ribet. QRIS nggak hanya sekadar metode pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian kita.

Dibalik satu kali scan sederhana itu, ada perubahan besar yang sedang terjadi. Bagaimana cara kita berinteraksi, finansial juga ikut bergeser, serta ekosistem digital Indonesia juga terus berkembang. Tanpa disadari, kita telah mendorong transaksi yang lebih praktis, aman, dan inklusif untuk semua.

Dari Cash ke Cashless, QRIS dalam Gaya Hidup Gen Z

Nah, salah satu yang bikin perubahan ini adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sebagai standar kode QR untuk pembayaran. Simpelnya, mau kamu pakai e-wallet atau mobile banking apa pun, tetap bisa bayar pakai satu kode QR yang sama. Hal ini tentu menguntungkan pelaku ekonomi.

👉Di lansir dari ANTARA News, per Januari 2025, transaksi QRIS menembus 790,79 juta kali dengan nilai sekitar Rp 80,88 triliun. Angka ini naik lebih dari 170% dibanding tahun sebelumnya. 

QRIS di Era Gen Z: Scan Sekali, Beres dalam Transaksi Digital

QRIS dan Perubahan Pola Transaksi Generasi Muda

Kalau ngomongin siapa yang paling cepat adaptasi sama QRIS, jawabannya nggak jauh-jauh dari Gen Z dan milenial. Bank Indonesia mencatat bahwa Gen Z menyumbang sekitar 28% dan milenial sekitar 26% dari keseluruhan pengguna. Tren ini membuat QRIS menjadi bagian gaya hidup anak muda untuk transportasi, pesan makanan, belanja online, dan kebutuhan harian lainnya.

 

Banyak generasi muda merasa nyaman dengan QRIS karena:

  • Cepat dan Tanpa Ribet
  • Didukung smartphone dan mobile banking
  • Tercatat secara digital sehingga transparan

👉Data global juga menunjukkan kecenderungan serupa, di mana sekitar 85% Gen Z lebih memilih pembayaran digital daripada cash karena efisiensi dan kenyamanan yang ditawarkan, terutama lewat dompet digital atau QR code.

Namun di balik kemudahan itu juga ada tantangan:

  • Impulsif Transaksi mudah bisa membuat pengeluaran terasa “gak kerasa” dan mengarah ke belanja impulsif jika tanpa kendali.
  • Literasi Finansial Generasi muda perlu literasi finansial supaya nggak cuma jago scan, tapi juga paham dampak transaksi digital pada anggaran dan tujuan keuangan jangka panjang.

Menjawab Tantangan Gaya Hidup Cashless dengan Pendekatan ONE

Banyak dari kita terbiasa transaksi cepat lewat QRIS karena simpel, universal, dan hemat waktu, tapi kadang kebiasaan itu bisa bikin kita kurang sadar soal pengelolaan finansial yang sehat.

Di sinilah ONE hadir sebagai bagian dari solusi yang membantu Gen Z bukan sekadar pakai teknologi, tapi juga menguasai dan memaksimalkannya untuk masa depan yang lebih stabil dan produktif. ONE menyediakan platform pengembangan talenta dan skill yang bisa bantu kamu:

QRIS di Era Gen Z

Kesimpulan

Didukung inisiatif seperti yang dihadirkan ONE, kebiasaan digital ini bisa berkembang ke arah pengembangan diri dan kesiapan karier. Dalam jangka panjang, kombinasi QRIS dan pendampingan yang tepat membentuk generasi muda yang lebih mandiri, adaptif, dan siap bersaing—semua berawal dari satu hal sederhana: scan sekali, dampaknya panjang.