BCA Gelar Kompetisi Bertajuk IT Menyasar Generasi Milenial

HAI BCA Tech Competition 2021 atau yang lebih dikenal dengan Hackathon in BCA telah merampungkan acaranya melalui penyelenggaraan Final Showcase Competition pada hari Kamis, 24 Maret 2022 lalu. Acara ini merupakan acara puncak dari seluruh tahapan kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Bank Central Asia (BCA) bekerjasama dengan PT Orbit Nasional Edukasi (ONE Indonesia) yang telah berlangsung selama kurang lebih 3 bulan, dari bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. 

Digelar eksklusif untuk pertama kalinya, Hackathon in BCA merupakan kompetisi yang dikemas berbeda dari sebelumnya dengan tujuan untuk menciptakan talenta dan mengembangkan potensi baru yang berkualitas khususnya pada bidang IT. Kompetisi ini juga dibawa dengan konsep baru di mana rangkaian kegiatan nya menggabungkan Technical Skill dan juga Non Technical Skill. Peserta HAI BCA tidak hanya dilatih pengetahuan akademis atau hard skills namun juga dilatih kemampuan soft skills, yang sesuai dengan value BCA yaitu teamwork dan striving for excellence. “Melalui Hackathon in BCA, kami berharap para mahasiswa maupun first jobber dapat menampilkan sekaligus mengembangkan kemampuan diri,” ujar Lianawaty Suwono, Direktur Human Capital Management BCA.

Disambut antusias, pendaftaran awal HAI BCA berhasil menarik minat lebih dari 2400 pendaftar yang berasal dari ratusan universitas di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi sorotan karena situasi pandemi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk mengambil kesempatan berkompetisi dan mengembangkan diri. Bertujuan untuk menyaring bakat-bakat muda IT, peserta yang lulus proses Hackathon ini nantinya akan berkesempatan untuk berkarir di BCA. “Program Hai BCA merupakan program ajang rekrutmen elite yang merubah cara rekrutmen untuk sesuai dengan zaman dan menarik bagi talent digital yang ada, sebuah inovasi dengan program menarik bagi banyak university dan talent yang ada,” tutur Arifa Tan, Group CEO Indonesia Futura Teknologi (IFT), yang menaungi ONE Indonesia.

Menerapkan berbagai tahapan seleksi, para pendaftar harus melalui Academic Screening yaitu seleksi berdasarkan IPK, beserta pengerjaan Java dan DevOps Test. Seleksi yang cukup ketat ini pun kemudian hanya menyisihkan 300 peserta berhasil lolos dan siap untuk mengikuti serangkaian proses Hackathon. 

Resmi dimulainya Hackathon in BCA ditandai dengan pelaksanaan Kick Off secara online pada tanggal 4 Januari 2021 lalu. Membawa tema “We Are The Heroes of Our Lives”, acara ini turut dihadiri Rudi Lim, selaku Executive Vice President Human Capital Management BCA yang memberikan sepatah dua patah kata sambutan pembuka. “Kami berharap dengan adanya Hackathon in BCA ini, adik-adik mahasiswa bisa memetik pengalaman positif terutama berkaitan dengan soft skill, membentuk suatu tim dan saling bekerja sama. Kami juga berharap ini bisa menjadi pengalaman dalam menyiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja nantinya,” tutur Rudi Lim.

Ada hal menarik yang menjadikan HAI BCA berbeda dari sekedar perlombaan biasa, yaitu karena pada fase kedua ini, para peserta perlu menyelesaikan berbagai tantangan atau challenge secara berkelompok, sebagai pembekalan diri untuk menguji dan melatih soft skills yang juga memainkan peran penting sebagai kriteria penilaian secara non teknis. Selama mengerjakan tantangan ini, 300 peserta HAI BCA terlebih dahulu dibagi menjadi 100 kelompok dengan beranggotakan masing-masing 3 orang untuk mengerjakan project dan task yang bertujuan menggali kompetensi, keahlian, dan keterampilan mereka. 

Makin mengerucut, peserta HAI BCA kembali menjalani proses seleksi pada proses pengerjaan challenge hingga menyisihkan hanya 100 peserta yang terbagi ke dalam 35 tim. Tibalah pada tahapan selanjutnya, peserta mulai bekerjasama mengerjakan mini IT Project bertemakan Java dan DevOps. Tujuan dari pengerjaan project ini adalah agar peserta mampu mengembangkan aplikasi web dengan menggunakan bahasa pemrograman Java, memahami teknologi yang sering digunakan dalam dunia DevOPs, dan mampu mengimplementasikannya dalam bidang pekerjaan. Adapun selama proses kegiatan, tim BCA juga turut ambil bagian sebagai observer untuk menjaring peserta yang berpotensi mengembangkan karir di BCA. Keseluruhan aktivitas pengerjaan dan penjurian ini tentunya dilaksanakan secara online yang diorganisir oleh ONE Indonesia dengan berkonsolidasi dengan BCA.

Memasuki fase terakhir, persaingan kian mengetat menjelang babak final. Pada titik ini, hanya ada 6 tim finalis dengan 18 peserta terbaik yang berhasil lolos untuk bersiap beradu bakat dan keterampilan. Mereka adalah tim HAI MP 01, HAI MP 02, HAI MP 03, HAI MP 06, HAI MP 11, dan juga HAI MP 32. Keenam tim finalis ini mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil mini project mereka di hadapan para dewan juri pada Final Showcase Competition & Winner Announcement pada Kamis, 24 Maret 2022 yang diselenggarakan secara virtual dan ditayangkan melalui Zoom dan juga Live Youtube. 

Final Showcase Competition HAI BCA 2021 lalu berlangsung meriah dan penuh antusias dari publik. Sebelum acara dimulai, Evans Charles, selaku Executive Vice President Group Digital Innovation Solutions BCA memberi sambutan yang mendukung penuh acara ini sebagai sarana pengembangan potensi talent-talent IT di Indonesia. “HAI BCA ini adalah wadah untuk menuangkan ide-ide, mengasah skill, berkreativitas, dan tentunya menghasilkan suatu output yang memiliki value yang dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan dan perkembangan IT di Indonesia,” pungkas Evans. Kali ini, para tim finalis dinilai langsung secara live oleh dewan juri perwakilan dari BCA dan ONE Indonesia, yakni Pauline Lim, Senior Vice President IT BCA, Indra Wijaya, Senior VP HCM BCA, serta Marcino Waas, CEO ONE Indonesia. Para finalis yang mempresentasikan hasil mini project nya akan dinilai secara teknis maupun non teknis. 

Dan akhirnya pada penghujung acara, HAI BCA resmi mengumumkan HAI MP 06 yang beranggotakan Muhammad Ragil Ramadhan, Filbert Amadea Shan, dan juga Baihaqi Luhur Pangestika sebagai juara pertama HAI BCA 2021. Hal ini disusul pula dengan HAI MP 03 yang beranggotakan Philip Alexander, Made Adi Adnyana, Raehan Afrizal Wicaksono sebagai juara kedua, dan HAI MP 11 beranggotakan Kevin Hongary, Joshua Galilea, Teguh Muflih Rizky sebagai juara 3.

Juara 1 Hackaton in BCA 2021

Dengan ini, berakhirlah kompetisi Hackathon in BCA yang dilaksanakan sejak bulan Desember 2021. Besar harapan acara ini dapat diselenggarakan setiap tahun untuk menciptakan talenta IT yang terampil baik dalam hard skill maupun soft skill. “HAI-BCA adalah program unik dalam merekrut talenta terbaik untuk berkarya di BCA, dan untuk Mahasiswa program ini  mendorong peserta menguji kemampuan berkolaborasi, mengasah profesionalisme dan membuktikan kepada diri sendiri bahwa mereka benar-benar mampu mengaplikasikan ilmu yang dipelajari dibangku kuliah, dan siap menghadapi dunia kerja,” ujar Marcino Waas, CEO dari ONE Indonesia sebagai penyelenggara event HAI BCA.