Automation Pemula: Cara Kerja Cerdas & Produktif Saat Puasa – Apakah kamu merasa energi lebih cepat habis dan fokus menurun ketika berpuasa? Belum lagi tugas repetitif di kantor terasa lebih berat dari biasanya. Ada penjelasan mengapa produktivitas menurun saat kita berpuasa. Namun, perlu diingat bahwa puasa bukan alasan untuk berhenti produktif ya!
Ada beberapa cara untuk tetap menjaga produktivitas saat berpuasa, salah satunya belajar automation! Buat para fresh graduate, pelajar, atau usia produktif yang sedang membangun karier, belajar automation bukan cuma soal teknologi, tapi soal bekerja lebih efisien, terutama saat energi sedang terbatas seperti di bulan Ramadan.
Yuk, simak cara tetap produktif saat puasa dengan belajar automation!
Kenapa Produktivitas Sering Turun Saat Puasa?
Secara ilmiah, puasa memang memengaruhi ritme tubuh. Perubahan pola tidur karena sahur, jam istirahat yang bergeser, serta asupan energi yang terbatas di siang hari bisa berdampak pada fokus dan stamina.
Faktanya!
Menurut penjelasan dari Harvard Medical School, perubahan pola tidur dapat memengaruhi konsentrasi dan performa kognitif. Selain itu, riset yang dipublikasikan melalui National Center for Biotechnology Information juga menunjukkan bahwa perubahan asupan nutrisi dan waktu makan dapat berdampak pada tingkat energi dan fokus seseorang.
Sumber: ONE Indonesia
Masalahnya, deadline tetap berjalan. Tugas administratif, membalas email, membuat laporan, atau mengatur jadwal tetap harus dilakukan. Jika semua dikerjakan manual, energi akan lebih cepat terkuras.
Di sinilah automation untuk produktivitas berperan penting.
Cara Mulai Automation untuk Pemula dari Nol
Menurut UiPath, automation memungkinkan software robots menjalankan tugas berulang dengan cepat dan akurat, sehingga membantu meningkatkan efisiensi kerja dan membebaskan manusia untuk fokus pada pekerjaan yang lebih penting dan bernilai.
Agar tidak bingung, ikuti langkah ini:
- Identifikasi tugas yang paling sering kamu ulang setiap hari.
- Pilih satu tools automation gratis.
- Buat automation sederhana terlebih dahulu.
- Gunakan secara konsisten dan evaluasi hasilnya.
Sumber: ONE Indonesia
Contoh Automation untuk Pemula yang Bisa Langsung Dicoba
Kalau kamu baru mulai belajar automation untuk pemula, coba dari hal kecil berikut:
1. Email Template Automation
Gunakan fitur template di Gmail agar tidak mengetik ulang email yang sama.
2. Task & Reminder Automation
Manfaatkan fitur otomatis di Notion, Trello, atau Google Calendar untuk mengatur pengingat dan deadline.
3. File Management Automation
Gunakan filter otomatis di Google Drive atau email untuk mengelompokkan file dan dokumen.
4. Content Scheduling Automation
Jika kamu aktif di LinkedIn atau media sosial, gunakan fitur penjadwalan agar postingan tetap konsisten tanpa harus online terus-menerus.
Rekomendasi Channel YouTube untuk Belajar Automation Gratis
Kalau kamu ingin belajar automation dari nol, berikut beberapa channel yang bisa jadi referensi:
- Kevin Stratvert: Tutorial praktis seputar tools produktivitas dan automation sederhana.
- Anik Singal: Membahas sistem automation dalam bisnis dan workflow digital.
- Automation Helpers: Fokus pada workflow automation dan tutorial step-by-step.
- Notion YouTube Channel: Belajar automation dalam manajemen tugas dan sistem kerja.
- UiPath: Membahas robotic process automation (RPA), use case automation di dunia kerja, hingga insight tentang kolaborasi manusia dan software robots.
Semua bisa diakses gratis dan cocok untuk pemula.
Manfaat Automation untuk Produktivitas Saat Puasa
1. Menghemat Energi untuk Tugas Prioritas
Menurut McKinsey & Company, banyak aktivitas kerja harian sebenarnya bersifat repetitif dan bisa diotomatisasi. Dengan mengurangi beban tugas berulang, kamu bisa mengalokasikan energi untuk pekerjaan yang membutuhkan pemikiran lebih dalam.
Saat puasa, ini sangat membantu agar kamu tidak cepat kelelahan.
2. Menghemat Waktu Kerja
Automation memungkinkan tugas seperti pengiriman email, penjadwalan konten, atau pengingat rapat berjalan otomatis. Penjelasan dari IBM menyebutkan bahwa automation membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan manual.
Hasilnya? Waktu kerja lebih efisien tanpa harus lembur.
3. Mengurangi Human Error
Daripada terdistraksi oleh tugas kecil seperti mengatur reminder atau memindahkan file, kamu bisa mengatur workflow otomatis dan fokus pada tugas utama.
Kesimpulan
UiPath menjelaskan bahwa automation membantu mengurangi beban tugas repetitif dan memungkinkan individu fokus pada aktivitas yang lebih bernilai. Saat puasa, ketika energi terbatas dan fokus tidak selalu stabil, automation membantu menjaga produktivitas tetap optimal.
Bagi fresh graduate, pelajar, dan usia produktif, belajar automation bukan hanya solusi saat Ramadan, tapi juga investasi skill jangka panjang.
Sumber: ONE Indonesia
Mulai Belajar Automation Lewat Training Gratis!
Kalau kamu ingin mulai belajar automation ramah pemula dengan jalur yang jelas dan terbuka untuk semua pihak, kamu bisa stay tune di website resmi ONE Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan automation gratis!
Kunjungi Website ONE Indonesia di Sini!