Tips Menulis Profile Summary di Linkedin dalam 6 Langkah – Kamu pernah nggak, sudah kirim banyak lamaran, tapi yang datang cuma auto-reply? Padahal pengalaman ada, skill ada, tapi recruiter seperti “nggak lihat kamu”.
Bisa jadi masalahnya bukan di CV, tapi… di profil Linkedin kamu!
Di era modern ini, Linkedin bukan hanya tempat untuk “numpang CV”, tapi beberapa dari kandidat pencari kerja menjadikan Linkedin sebagai wadah personal branding profesional. Salah satu poin penting dalam membangun personal branding tersebut adalah bagaimana kamu bisa menunjukkan…
Siapa kamu, apa yang kamu kuasai, dan nilai apa yang bisa kamu bawa ke jaringan profesionalmu secara efektif di bagian ‘Summary/About’
Sumber: ONE Indonesia
Berikut ini adalah tips praktis yang bisa kamu gunakan untuk membuat LinkedIn About lebih menarik dan efektif.
1. Ceritakan Apa yang Kamu Senangi! 📌
Salah satu cara terbaik untuk memulai summary adalah dengan menjelaskan apa yang benar-benar kamu nikmati dalam profesimu. Kamu bisa memikirkan aktivitas kerja apa yang membuatmu hilang waktu, atau apa yang membuatmu merasa bangga setiap hari.
Ini menarik perhatian karena passion sering jadi alasan kuat mengapa recruiter ingin mengundang kamu bicara lebih lanjut.
Contoh:
“I caught fire coding the day I clicked play on my first Python tutorial video.”
2. Jelaskan Peranmu Saat Ini Secara Jelas 🔍
Sumber: ONE Indonesia
Ini membantu recruiter memahami apa kontribusimu di pekerjaan sekarang, bukan hanya nama posisi.
Contoh:
“I can successfully scale software businesses from $5M to $1B in revenue.”
3. Hubungkan Masa Lalu dengan Kini 🔗
Kalau kamu punya pengalaman kerja yang tampak berbeda atau beragam, kamu boleh banget menjelaskan bagaimana semuanya itu saling terhubung dan mengarahkanmu ke posisi sekarang.
Recruiter sering tertarik dengan cerita yang logis dan inspiratif, bukan hanya daftar pekerjaan.
Contoh 1 (career switch):
“I started my career in customer service, which taught me how to listen deeply and solve real problems. Today, I use that same perspective to design user-centric digital products.”
Contoh 2 (pengalaman beragam):
“My background in marketing, combined with years of data analysis, allows me to bridge creativity and strategy in every campaign I manage.”
4. Soroti Keberhasilanmu! 🏆
Ungkapkan pencapaian yang relevan — baik itu angka, proyek besar, atau kontribusi yang benar-benar berarti. Detail semacam ini menambah kredibilitas dan membantu profilmu lebih mudah dipahami.
Misalnya:
“I can align, lead, and grow world-class product teams from 10 to 100 people.”
5. Tampilkan Kepribadianmu 🌟
LinkedIn About juga tempat kamu memperlihatkan sisi diri yang lebih personal. Memasukkan sedikit cerita atau karakter bisa membuatmu lebih mudah diingat.
Recruiter sering lebih tertarik kepada profil yang terasa nyata dan jujur, bukan terlalu kaku.
6. Akhiri dengan Ajakan (CTA) 💬
Sumber: ONE Indonesia
Misalnya menghubungi kamu atau terhubung untuk peluang kerja. Ini bisa meningkatkan kemungkinan kamu mendapatkan pesan atau koneksi baru.
Contoh:
“Reach out if you want to talk about emerging tech, creating software products, or.. Baseball!”
Tips Cara Menulis yang Lebih Baik ✏️
Selain apa yang kamu tulis, cara kamu menyampaikan itu juga penting!
- Buat kalimat pembuka yang kuat: Kalimat pertama adalah yang paling dilihat recruiter.
- Gunakan kata kunci (keywords): Agar profilmu mudah ditemukan oleh sistem pencarian LinkedIn.
- Hindari jargon kosong: Seperti “highly motivated” tanpa bukti nyata.
- Tulis seperti kamu berbicara: Bukan seperti dokumentasi formal.
- Pakai white space atau bullet points: Supaya mudah dibaca
Kesimpulan
Menulis LinkedIn About/Summary bukan sekadar formalitas — ini adalah tempat kamu menceritakan siapa kamu dan apa yang kamu tawarkan kepada jaringan profesional. Dengan menggunakan tips di atas, kamu bisa membuat bagian ini lebih personal, relevan, dan search-friendly sehingga profilmu lebih menarik di mata recruiter dan koneksi baru. 🚀