Gen Z & YOLO: Kebebasan Finansial atau Doom Spending?

Gen Z & YOLO: Kebebasan Finansial atau Doom Spending – Fenomena doom spending dan gaya hidup YOLO (You Only Live Once) memang sedang merajalela, terutama di kalangan Gen Z. Tanpa sadar, banyak orang mengubah belanja menjadi bentuk pelarian dari tekanan hidup, stres kerja, ketidakpastian masa depan, atau sekadar ingin terlihat up to date di media sosial. 

Awalnya gimana sih???

Budaya YOLO memang mengajak kita untuk menikmati hidup secara maksimal, sehingga membuat kita merasa penting untuk tidak melewatkan momen seru. Menurut Friderica (2024), prinsip YOLO dan FOMO (Fear of Missing Out) sering mendorong anak muda untuk membuat keputusan finansial yang kurang bijak seperti menambah hutang konsumtif tanpa menyiapkan dana darurat.

Mengapa Doom Spending & YOLO Jadi Masalah Serius?

Sekarang hidup Gen Z di era yang serba cepat. Harga kebutuhan pokok naik, biaya hidup membengkak, gaji stagnan, dan dunia terasa makin nggak pasti. Di tengah tekanan ini, belanja sering dianggap sebagai “jalan pintas” untuk mendapatkan kebahagiaan instan. Dalam keseharian, career anxiety bisa muncul dalam berbagai bentuk. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Terlalu khawatir saat mengambil keputusan karier kecil.

  • Kesulitan fokus karena terus memikirkan masa depan.

  • Mengalami burnout diam-diam meski terlihat baik-baik saja.

Sehingga Gen Z cenderung punya mindset: 

“Mumpung masih muda!”

“Mumpung gajian!”

“Mumpung lagi diskon!”

“Mumpung temen-temen juga ikutan!”

Menghasilkan uang tentunya bisa dipelajari, tetapi bagaimana dengan mengelolanya adalah hal lain. Banyak Gen Z yang sudah punya penghasilan, tetapi:

  •         tidak punya anggaran,
  •         tidak tahu cara investasi,
  •         tidak paham risiko,
  •         tidak punya dana darurat,

Bagaimana Solusi Preventif yang dapat dilakukan ?

Menghadapi permasalahan ini, edukasi literasi keuangan dapat menjadi kunci utama. Institusi dan komunitas keuangan kini semakin aktif menyediakan program pendidikan yang membekali Gen Z dengan keterampilan mengelola uang secara bijaksana, seperti membatasi pengeluaran yang sifatnya self-reward dengan pengaturan maksimal 10-20% dari penghasilan

Itu Semua Bakal Ngaruh Ga Sih?

Ketika solusi edukasi keuangan dan mindful spending diterapkan, dampaknya maka akan terlihat jelas seperti adanya pengurangan stres finansial, meningkatnya kemampuan menabung & investasi, dan terdapat penurunan ketergantungan pada pinjaman online atau kartu kredit.

Jadi… Kesimpulannya adalah,

Sudah saatnya kamu mulai ambil kendali atas keuanganmu! Yuk, mulai pelajari literasi keuangan, kendalikan impuls belanjamu, dan jangan lupa untuk membuat perencanaan finansial jangka panjang. Jangan biarkan budaya YOLO jadi alasan untuk kehabisan uang setiap bulan ya!