Kamu Masih Nganggur? Ini Alasan Kamu Belum Mendapatkan Kerja!

Kamu masih nganggur? Ini alasan kamu belum mendapatkan kerja! – Di indonesia sendiri Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia cukup besar. Per Februari 2025, tercatat 7,28 juta orang menganggur (Tingkat Pengangguran Terbuka/TPT 4,76%) dan meningkat pada bulan Oktober sebesar 4,85%. Pada masa ini merupakan masa kita berjuang dalam mencari pekerjaan. Perjuangan yang kita lakukan juga bukan berarti kita tidak bercermin juga. Masalahnya itu ada beberapa hal, kamu pasti bertanya-tanya “kenapa saya masih belum dapat kerja?”, dan jarang ada individu yang benar-benar mau melihat ke akar masalahnya.

Faktanya, ada beberapa alasan yang cukup umum kenapa seseorang masih menganggur sampai sekarang dan sebagian besar sebenarnya bisa diperbaiki kalau kamu tahu di mana letak masalahnya. Jadi penulis rangkumin nih tentang beberapa hal yang mungkin bisa kamu perbaiki kedepannya.

CV Kamu Belum Menjual?

Kamu masih nganggur? Ini alasan kamu belum mendapatkan kerja!_2

Ini alasan klasik yang paling banyak ditemui. Banyak CV hanya berupa daftar riwayat hidup, bukan alat untuk “menjual” skill kamu. Perusahaan mencari kandidat pada dasarnya adalah untuk mengatasi masalah yang ada dalam perusahaan mereka, sehingga perusahaan akan mencari kandidat dengan pengalaman yang paling relevan.

Kalau CV kamu aja tidak menjelaskan kamu pernah kerja sebagai apa, apa hasil kerjamu, apa impact-nya, dan apa skill spesifik yang kamu kuasai, HR kemungkinan besar akan melewatinya dalam sekilas saja 6–10 detik. Yup, cuma segitu waktu yang mereka habiskan.

 

Cara memperbaiki:

  • Fokuskan CV pada pencapaian, bukan hanya tugas kerja.
  • Sesuaikan CV dengan posisi yang kamu lamar, jangan kirim template yang sama ke 50 perusahaan. Misal CV ATS untuk perusahaan besar, CV kreatif untuk mendaftar ke industri kreatif.
  • Tambahkan portofolio jika memiliki, ini merupakan bukti kamu pernah mengerjakan suatu projek.

Kamu Melamar Terlalu Banyak Tapi Tidak Spesifik

Ironisnya tuh gini, semakin banyak orang melamar, justru semakin besar kemungkinan mereka tidak dipanggil. Kenapa? Karena kadang banyak pelamar melakukan pendekatan “asal kirim”, dan tidak mempertimbangkan terkait kualitas.

HR itu bisa ngeliat bedanya: Pelamar yang baca job desc vs Pelamar yang asal klik Apply

Kalau kamu jadi pelamar yang baca job desc udah pasti kamu akan melamar pada posisi yang relevan dengan skill dan pengalaman kamu, berbeda dengan pelamar yang asal apply, mereka tinggal kirim-kirim lamaran mau itu relevan dengan dia atau nggak, karena mindset mereka seperti menebar jala.

Cara memperbaiki:

  • Pilih 2–3 posisi yang benar-benar cocok dengan skill dan pengalaman kamu.
  • Baca dulu job desc yang ditulis perusahaan apakah ini relevan dengan skill dan pengalaman kamu.
  • Pelajari perusahaan dan sesuaikan lamaranmu.
Kamu masih nganggur? Ini alasan kamu belum mendapatkan kerja!_3

Sumber: ONE Indonesia

Skill Kamu Tidak Up-to-Date

Dunia kerja berubah sangat cepat. Skill yang populer tahun lalu bisa usang tahun ini. Apalagi ditambah perkembangan AI yang semakin menanjak ke teknologi yang lebih canggih. Banyak orang berkompetisi, tapi hanya sedikit yang meningkatkan diri secara konsisten untuk meng-upgrade diri.

 

Contohnya:

  • Di IT, kandidat yang tidak bisa Git, Docker, atau automation tools bakal susah.
  • Di desain, kandidat yang tidak update tren UI/UX juga bakal ketinggalan.
  • Di administrasi, kandidat yang tidak bisa Excel level lanjut atau tool digital akan tenggelam.

 

Cara memperbaiki:

  • Ambil kursus online (banyak yang gratis) atau kalau mau yang berkualitas bisa daftar di ONE Academy.
  • Buat project pribadi untuk menunjukkan skill ini berguna untuk membangun kepercayaan perusahaan ke kamu lewat portofolio.
  • Ikuti komunitas profesional misalnya di ONE Community.

Kamu Tidak Networking

Kamu masih nganggur? Ini alasan kamu belum mendapatkan kerja!_4

Fakta pahit: 60–70% lowongan terbaik tidak diiklankan melainkan mereka diisi lewat rekomendasi internal atau jaringan profesional. Kalau kamu hanya mengandalkan job portal, kamu hanya mengakses sebagian kecil peluang yang ada dipasaran.

 

Cara memperbaiki:

  • Aktif di LinkedIn, buatlah konten untuk memperlihatkan kamu tidak hanya menganggur selama belum memiliki pekerjaan profesional.
  • Bangun relasi dengan HR, recruiter, dan alumni kampus.
  • Ikut webinar atau event yang relevan dengan karirmu, bisa lewat ONE Community.

Kamu Kurang Konsisten dan Mudah Putus Asa

Mencari kerja adalah maraton, bukan sprint. Banyak orang berhenti di minggu ketiga. Padahal perusahaan butuh waktu berminggu-minggu buat proses rekrutmen. Konsistensi adalah kunci yang membedakan mereka yang akhirnya diterima dan mereka yang berhenti mencoba. Jadi jangan pernah putus asa walaupun sudah banyak menebar lamaran diberbagai perusahaan.

Kesimpulan