Apakah Games dapat menurunkan Prestasi Anak?

By November 16, 2017Artikel, Edukasi, Opini
Mahardika-preview

Apa yang pertama dipikirkan ketika melihat anak-anak bermain games? Kebanyakan orangtua memang tidak suka melihat anaknya bermain games, lalu melupakan belajar, dan membuat prestasi dibangku sekolah menurun. Pada hal tersebut masih banyak para orangtua yang melihat satu sisi bahwa ketika anak bermain games, prestasinya akan menurun.

Akan tetapi, jangan salah mengartikan hal tersebut. Dimana ada kemungkinan-kemungkinan ketika anak bermain games. Bahwa sebenarnya anak juga memiliki kretaifitas saat dapat bermain games. Selain itu, memang ketika anak tanpa bimbingan orangtua dengan tidak benar, anak akan cenderung melupakan pelajaran disekolahnya, dan terfokus pada permaianan (games) saja, sehingga pendidikan atau prestasinya menurun. Sebaliknya, ketika orangtua dapat membimbing anak dengan benar, anak akan terarah sesuai kemampuan dalam dirinya. Dan dapat mengembangkan kemampuan tersebut ke arah yang positif dan benar.

IMG_20171023_152848Sumber Foto

Games dapat dibedakan beberapa macam, seperti games dalam smartphone dan games yang dimainkan secara langsung. Seperti Generasi Bangsa yang tidak hanya pandai dalam menciptakan game mobile dan PC, developer di Indonesia dapat juga membuktikan setiap kreatifitasnya dalam menciptakan sebuah permainan papan atau lebih dikenal oleh masyarakat dengan istilah asing board game. Menariknya, 10 (sepuluh) board game karya anak Indonesia telah ikut serta dalam laga ajang Internasional di Jerman. Ajang Internasional yang dimaksud adalah Internationale Spieltage (SPIEL) 2017. Event yang merupakan pameran board game terbesar di dunia, yang telah dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut mulai dari 26 Oktober – 29 Oktober 2017 lalu. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi anak muda Indonesia, karena dapat memberikan hasil karyanya yang dapat diminati oleh banyak orang.

 

boardgame.idSumber Foto

Adapun 10 board games tersebut adalah The Festivals, Aquatico, Acaraki, The Art of Batik, Buto Ijo & Timun Mas, Mahardika, Mataram, Orang Rimba, Perahu Buru-Buru, Roket Raket, Senggal-Senggol Gang Damai, dan Uptime. Uniknya, masing-masing board game karya anak Indonesia mengangkat tentang kebudayaan yang ada di berbagai Pulau di Indonesia. Dan terinspirasi dari negara Indonesia yang kaya akan hasil lautnya, dan banyaknya pulau yang ada.

 

the-festivals-video-cover-1210x642Sumber Foto

Terlihat, bahwa tidak semua anak yang bermain games itu rendah dalam pendidikannya. Hanya perlu bimbingan dari orangtua, untuk dapat mengarahkan anak sesuai kemampuan, bakat, dan minatnya. Sehingga, anak juga tidak akan tertekan dengan ketidakmampuannya, padahal sebenarnya mampu untuk berkreatifitas dalam bidang apapun. Selain itu, orangtua dapat mengarahkan anak untuk dapat memaikan games yang berbau pendidikan maupun matapelajaran yang ada di sekolah. Sehingga, anak akan lebih bersemangat untuk mendpatkan prestasi dan bakatnya dapat berkembang dengan baik dan benar.

Lalu, bagaimanakah tanggapan dari orangtua masa kini? Akankah games masih diperbolehkan dan dipandang sebagai suatu kreatifitas dari anak? Ataukah anak selalu dituntut untuk menjadi pintar hanya di bangku sekolah saja?

 

 

Sumber 1

Sumber Foto Featured

Leave a Reply