Pustaka Bergerak – Pahlawan Bersenjatakan Buku, Membunuh Kebodohan

By November 10, 2016Artikel
pustaka-bergerak

Hari ini, tepat 10 November, kita kenal sebagai hari Pahlawan. Dimana di hari tersebut telah terjadi pertempuran hebat pertama kali pasca diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945 silam) , perang yang melibatkan Milisi Nasionalis Indonesia dengan Pasukan Kolonial Belanda.

Peristiwa ini dipicu satu momen yang berlangsung di hotel Yamato Surabaya, dimana Mr Ploegman yang disebut sebagai pimpinan orang-orang Belanda,melakukan pengibaran bendera Belanda di puncak gedung hotel Yamato.
Sontak saja, hal ini langsung menyulut amarah masayrakat Indonesia yang ada di sekitaran hotel Yamato. Sebagai pemuda Indonesia bahkan bertindak keras dengan menaiki hotel Yamato dan merobek bendera Belanda yang dikibarkan oleh Mr Ploegman dan kawan kawan. Salah satu pemuda Indonesia, berhasil merobek bendera berwarna biru dan tersisa warna merah serta putih yang disebut warna bendera Indonesia. Peristiwa yang berjalan pada tanggal 27 Oktober itu lah yang melatar belakangi peristiwa peperangan 10 November.

Kejadian 71 tahun silam itu, merupakan peristiwa heroik pemuda Indonesia yang berjuang dengan “jiwa dan raga”nya demi terciptanya kemerdekaan Republik Indonesia yang absolut.

Kini, kita sudah Merdeka , rasanya tidak perlu lagi kita mengangkat senjata untuk sekedar mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan di Indonesia. Lalu apa yang bisa kita lakukan saat ini , agar kemerdekaan itu makin merata dirasakan oleh seluruh anak bangsa ?

Adalah “Pustaka Bergerak” ,yang merupakan jaringan masyarakat madani yang secara sukarela bekerjasama untuk membangun kekuatan dan kemandirian masyarakat lokal dalam menyebarkan bacaan bermutu dan membangun budaya ilmiah, khususnya di wilayah yang sarana perhubungannya masih kurang berkembang. (profil bisa dilihat di : www.pustakabergerak.org)

Pustaka Bergerak merupakan salah satu partner kami di One Indonesia, mereka berjuang dengan “bersenjatakan” Buku, bergerak dari daerah ke daerah dengan kendaraan perahu, motor, becak bendi,dll, berjuang untuk “membunuh” dan menumpaskan kebodohan bagi beberapa anak bangsa yang masih belum tersentuh akses pendidikan yang memadai.

Setidaknya, ada 3 Alasan Utama yang akhirnya melahirkan gerakan mereka, yakni :
1. Minat baca masyarakat sebenarnya cukup tinggi, tapi bacaan bermutu yang terjangkau jumlahnya sangat terbatas.
2. Anak-anak di daerah terpencil (pegunungan, pantai dan pulau-pulau kecil) nyaris tak pernah bersentuhan dengan bacaan.
3. Warga negara yang peduli dan ingin ikut mendorong program literasi di Indonesia, jumlahnya sebenarnya cukup banyak, tapi mereka tak tahu harus menyalurkan bantuan ke pihak dan jalur mana yang bisa dipercaya.

Teknologi komunikasi dan informasi, khususnya media sosial yang sangat murah bahkan gratis seperti facebook, twitter, instagram, WA, BB Massenger, banyak dimanfaatkan oleh jaringan Pustaka Bergerak.

Selain perangkat komunikasi dan informasi modern, mereka juga menggunakan cara berbagi yang menghormati budaya lokal dan mengikuti tuntutan keadaan setempat. Sejauh ini jaringan kami sudah mengembangkan kudapustaka, perahupustaka, bendipustaka, becakpustaka, dan sepedapustaka. (keren yah 🙂 )

Ini dia sepak terjangnya :

Kalo di lingkungan kamu, siapa saja sih sosok yang kamu anggap pahlawan masa kini ?

Yuk share disini :
Facebook : https://www.facebook.com/One1ndonesia/

Ingin berjuang bersama kami demi pendidikan Indonesia yang lebih merata ?
Silahkan Join sebagai Partner kami disini :
http://oneindonesia.id/personal-registration/

Kontributor :

Dhony Raka (Mas Raka ) : Blogger sekaligus Konsultan Digital Marketing

My website : masraka.websit & dmlabs.id

Languages