Warning: is_file() expects parameter 1 to be a valid path, string given in /srv/users/serverpilot/apps/oneindonesia/public/wp-content/plugins/sitepress-multilingual-cms/embedded/wpml/commons/src/wpml-auto-loader.php on line 121
Masa Bodo Yang Harus Dipedulikan - One Indonesia - Bantuan Pendidikan di Indonesia

Masa Bodo Yang Harus Dipedulikan

batu

Ada cerita menarik dari seorang bernama Ajahm Brahm. Ia menceritakan dongeng yang sarat moral, berikut ini ceritanya.

“Dongeng keluarga petani dan binatang ternaknya.”

Suatu hari, seorang petani geram karena  beras yang menjadi persediaan makanannya cepat habis. Ia yakin bahwa rumahnya telah disusupi maling. Jadi, ia berinisiatif untuk berjaga semalaman untuk mengamankan persediaan berasnya. Setelah menunggu beberapa jam, benar saja, maling yang ia tunggu akhirnya datang juga; seekor tikus. Tanpa menunggu lebih lama, ia langsung mengejar tikus itu. Tapi dasar nasib, tikus itu memiliki kecepatan lari yang sangat luar biasa, si tikus berhasil selamat dari sergapan sang petani dengan masuk ke gorong-gorong di belakang rumah si petani. Sang petani galau, karena ia harus pulang dengan kekalahan.

Kesokan harinya, ketika sang petani pulang dari pasar, si tikus melihat sang petani membawa perangkap tikus. Kali ini, gantian si tikus yang merasa galau, ia berfikir bahwa hidupnya tidak akan lama lagi dan akan berakhir mengenaskan.

Si tikus mencoba menghibur diri, ia curhat kepada si ayam, binatang peliharaan sang petani. Tetapi sial, si ayam tidak menghiraukan ocehan si tikus, karena bagi si ayam toh yang akan mati si tikus. Kecewa dengan si ayam, kini si tikus curhat kepada si babi, di mana si babi pun menjadi binatang peliharaan sang petani. Dan lagi-lagi si babi pun bersikap masa bodoh dengan curhatan si tikus, si babi mengatakan “Itu urusan kamu tikus, lagi pula perangkap tikus tidak akan mempan terhadap babi. Kematian kamu tidak akan berpengaruh terhadap kehidupanku” Si babi berkata dengan angkuhnya. Tidak putus harapan, kini si tikus mencoba membagi keluh kesahnya kepada si sapi. Si sapi pun enggan menanggapi si tikus, dan si sapi segera mengusirnya. Merasa tidak ada yang peduli dengannya, si tikus pergi meninggalkan rumah sang petani sebelum dirinya mati kena perangkap.

Ketika malam hari, sang petani meletakkan perangkap tikus di dekat pintu masuk tempat penyimpanan beras. Dan setelah beberapa jam kemudian, jebakan itu malah mengenai seekor ular. Si ular masuk ke tempat penyimpanan beras karena ia berfikir bahwa si tikus bersembunyi di sana dan ia berniat memakannya. Ketika pagi menjelang, betapa kagetnya istri sang petani bahwa perangkap tikus yang suaminya pasang malah mengenai seekor ular. Merasa kasihan, istri sang petani melepaskan ular tersebut. Tapi dasar ular, ia malah menggigit istri sang petani.

Istri sang petani dibuat demam karenanya. Sang petani kemudian berfikir, sup ayam agaknya cocok dimakan untuk orang yang demam. Tanpa menunggu waktu lama, ia kemudian segera memotong ayam yang menjadi peliharaannya. Ayam telah mati.

Setelah beberapa hari, banyak kerabat dan tetangga menjenguk karena demam yang diderita istri si petani tidak kunjung mereda. Sang petani bingung karena kehabisan makanan untuk menjamu tamu-tamunya. Akhirnya, ia memotong babi dan menjadikannya gulai untuk jamuan tamu. Babi telah mati.

Seminggu berselang, kabar duka pun datang. Istri sang petani akhirnya meninggal dunia. Petani kembali kebingungan, karena biaya pemakaman sangat mahal. Akhirnya ia menjual sapi miliknya kepada tukang jagal. Dan beberapa saat kemudian, si sapi dipotong untuk kemudian dagingnya dijual di pasaran. Sapi pun akhirnya mati juga.

Dari cerita tadi, kita tidak menduga bahwa tikus yang berada di ujung kematian berhasil selamat, sedangkan ayam, babi dan sapi yang merasa aman, malah bernasib sebaliknya. Jadi, jangan pernah mengira bahwa masalah orang lain itu bukan masalah kita. Hiduplah seperti apa yang dikatakan oleh penyair Sutardji Calzoum Bachri, yang tertusuk padamu, berdarah padaku. Maksudnya, apa yang menjadi masalah mereka, bukan murni masalah mereka pribadi, melainkan masalah kita bersama.

Kepeduliaan dan kepekaan kita akan sekeliling, bukan untuk merugikan kita tapi justru menolong kita. Apa kamu peduli dengan pendidikan di Indonesia? Jangan tutup mata dan mulai ambil tindakan, jangan masa bodo tapi mulailah menginspirasi. Dari apa yang sudah kita punya saat ini, misalnya melalui tulisan yang menginspirasi anak-anak bangsa atau kamu bisa melakukan aksi nyata, menyediakan buku bagi anak-anak.

-Tanjung Barat, Jakarta 2016

*Taufiq A Prayogo, Fisikawan, Ahli Virus, Pendongeng dan Pengurus Sepeda Pustaka PietBoekoe yang saat ini tinggal di Jakarta.

 

Leave a Reply

Languages