Terangnya Pendidikan Negeri

By October 14, 2016Artikel, Opini, Satu Inspirasi, Umum
1

Tanggal 14 Oktober ini diperingati sebagai hari penglihatan dunia, lalu apa kaitannya dengan pendidikan? Beberapa waktu yang lalu saya membaca beberapa artikel yang menginspirasi saya tentang banyaknya anak Indonesia yang beruntung mendapatkan beasiswa dari dalam maupun luar negeri, seakan gelapnya masa depan diberikan secercah terang harapan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Penglihatan dalam hal ini adalah bagaimana kita bisa melihat dunia dengan lebih luas lagi, bagaimana kita dapat melihat masalah yang kita hadapi dengan cara yang berbeda dan menghasilkan solusi di luar pemikiran yang biasa. Semua tergantung kepada pendidikan, pendidikan yang dimaksud bukan tentang suatu jenjang gelar saja, tapi bagaimana semua ilmu bisa diresapi dan diamalkan dengan baik.

Kesadaran masyarakat Indonesia untuk mendapatkan “Terang Pendidikan” nampaknya telah meningkat, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik mengenai Indikator Pendidikan dari tahun 1994 sampai dengan 2015, menyatakan bahwa dari tahun ke tahun indikator tersebut mengalami kenaikan dan khusus di indikator Buta Huruf tentu saja mengalami penurunan walau tidak dratis presentasenya. Namun dari data ini setidaknya dapat kita lihat titik-titik terang dari pendidikan Negeri ini.

Peran serta segala pihak untuk mendukung indikator pendidikan ini meningkat di tahun-tahun akan datang, tentu sangat dibutuhkan. Dari sekedar membuka rumah-rumah baca, atau menjadi pustakawan keliling yang menjajakan buku bacaan bagi anak-anak pelosok, atau berbagai pihak yang berlomba mengentaskan buta huruf dengan caranya sendiri, atau pemerintah daerah yang dengan sigap membuat program-program guru inpirasi yang kurang lebih terinspirasi dari program Indonesia Mengajar, atau program beasiswa yang dicetuskan oleh pemerintah dan perusahaan – kesemuanya itu membawa dampak positif dan setidaknya membuat anak-anak bangsa mempunyai secercah terang bagi Indonesia yang lebih baik.

Tapi apakah semuanya itu sudah cukup? Saya rasa kita bisa melakukannya lebih baik. Bagaimana caranya? Tentu kita tidak dapat bergerak sendirian, Indonesia terlalu luas untuk bisa diselesaikan sendirian permasalahannya, oleh karena itu kita perlu bergandengan tangan, bekerjasama dan berkolaborasi; mendata semua kemajuan yang ada dalam 1 wadah yang bisa dianalisa – sehingga apa yang telah dibuat tidak tumpang tindih di satu daerah saja tapi bisa merata dari Sabang sampai Merauke, bahkan kita dapat memberikan kontribusi sesuai dengan area kekuatan kita masing-masing. Sebagai contoh, perusahaan IT tentu cakap untuk mengajarkan kepada para guru bagaimana caranya menggunakan komputer untuk keperluan belajar mengajar di sekolah. Atau perusahaan penerbit buku dengan sigap dapat menjadi jembatan bagi tersedianya buku-buku bacaan bagi anak-anak pelosok. Atau perusahaan Semen yang bisa memberikan semen mereka untuk bahan membangun sekolah yang rubuh.

Atau kamu, seorang awam yang dapat memberi inspirasi dengan mengajar anak-anak yang kurang mampu dan menyumbangkan buku-buku kamu untuk disebarkan bagi anak-anak di pedalaman. Ya, sekecil apapun yang kita lakukan, kita yakin Pendidikan Indonesia mampu menjadi terang yang menyinari perbaikan negeri ini.

Teranglah Pendidikan Negeriku!

.

Languages