Festival Filantropi

By October 6, 2016Kris Corner Blog

Beberapa tahun lalu ketika pertama kali mendengar kata “filantropi”, saya berpikir ini pasti ada hubungannya dengan filatelis (mengumpulkan perangko dan benda pos lainnya). Ternyata saya salah. Bedanya jauh sekali.
Filantropi adalah tindakan kemanusiaan sehingga mendorong seseorang menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain.
Begitu mengetahui arti katanya, yang terlintas di pikiran saya adalah, oke, kalau saya kaya raya nanti, saya akan bergabung dengan kelompok filantropi ini. Apalagi di satu artikel, contoh filantropis terkemuka adalah Bill dan Melinda Gates. Ah… masih jauh sekali jaraknya, kan?

Lalu belakangan ini istilah filantropi ini mulai ramai dibicarakan di Indonesia. Dan lagi-lagi, contoh penggeraknya adalah pengusaha papan atas Indonesia. Keadaan saya? Masih jauh juga dari mereka. Jadi saya tidak tertarik.

Tiba-tiba tahun lalu saya berkenalan dengan seseorang. Dia salah satu penggiat filantropi di Indonesia. Kaya raya? Tidak. Tua? Juga tidak. Dia masih muda, pegawai swasta, dan bukan kalangan berada.
Saya langsung tertarik mendengarkan ucapannya.

Dia berkata, apakah karena kaya lalu bisa menjadi dermawan dan suka membantu? Tidak. Memberi itu “attitude”. Memberi itu sesuatu yang indah, jadi bukan menunggu kaya baru bisa memberi, tetapi kebiasaan memberi ini seharusnya menjadi sikap, baik sudah kaya maupun belum, muda ataupun tua.

Dalam hati, saya tertawa. Bagaimana bisa memberi kalau kita saja masih banyak kebutuhan. Dia sepertinya bisa membaca pikiran saya.
“Memberi tidak harus uang. Waktu juga bisa. Yang penting ada niat yang kuat dan tulus, dan mau terus berusaha menolong orang lain menjadi lebih baik.”

Saya terdiam.

“Contohnya gampang. Saya kenal A, pemilik perusahaan botol susu bayi. Kadang ada botol-botol yang tidak lolos uji karena hal sepele, cacat sedikit pada bagian luar yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan penggunaanya. Tapi karena umumnya pembeli mencari produk yang sempurna, botol-botol ini tidak terjual. Saya ingat B, dia mengelola komunitas anak jalanan yang termasuk di dalamnya bayi-bayi. Saya hubungkan A dan B, mereka cocok, dan jadilah botol tersebut berguna untuk bayi-bayi di komunitas tersebut.”

Saya masih diam.

“Atau sebetulnya temanmu kan banyak, kamu bisa mengajak mereka komitmen mengumpulkan uang untuk memberikannya pada panti asuhan secara berkala. Mulai dari Rp 10.000 juga bisa. Tetapi kalau rutin ada 20 orang yang bersedia, kan lumayan juga.”

Kemudian dia memberi kata pamungkas yang masih saya ingat sampai sekarang,
“Kamu akan melihat, bukan saja hidup orang lain akan diubahkan dengan apa yang kamu beri walaupun sedikit, tetapi hidupmu sendiri juga akan berubah.”

Mulai hari ini sampai tanggal 9 Oktober diadakan Festival Filantropi Indonesia yang pertama di Jakarta Convention Centre. Acara ini bertujuan untuk lebih mengenalkan dunia filantropi di Indonesia sekaligus mengkoordinir pelaku filantropi supaya kegiatan filantropi bisa lebih strategis, berkelanjutan, dan bisa berdampak secara signifikan.

Acara akan berlangsung mulai pukul 8 pagi sampai 8 malam dan akan banyak acara digelar, ada sesi diskusi pararel, seminar, dan pameran para relawan dan komunitas yang ada di Indonesia, termasuk ONE Indonesia.
Selain menjaring kemitraan, ONE Indonesida juga akan menjual kartu pos cantik dengan gambar-gambar hasil karya anak-anak Komunitas Manggarai Ceria.

Jadi… tunggu apa lagi? Mari merapat ke JCC dan ambil bagian dari acara ini!