In articles, Artikel

Pasti kita pernah mendengar kalimat , media sosial itu bisa menjauhkan yang dekat, dan mendekatkan yang jauh. Itulah fenomena yang terjadi di masyarakat kita ketika sang media sosial menunjukkan eksistensinya. Sebut saja facebook, yang berhasil menyedot perhatian masyarakat indonesia ,dimana sekitar 80 juta masyarakat kita, mendadak menjadi sedikit autis, yang sibuk dengan dunia di genggamannya. Mereka bisa mendadak senyum-senyum sendiri, bahkan bisa sampai tertawa terbahak-bahak sendiri tanpa perdulikan sekitarnya.

Selain FB, ada juga Youtube, yang merupakan media berbagi video paling tenar saat ini. Masih inget dong, fenomena Norman Kamaru, sang Polisi “Acha-acha” yang jago nyanyi dan joget india. Melalui media sosial yang satu ini, berhasil menyulap Norman yang tadinya bukan siapa-siapa, menjadi  mendadak terkenal dan diundang di mana-mana.

Bahkan di dunia politik pun, media sosial menjadi “kendaraan” wajib untuk berkenalan lebih jauh dengan para konstituennya. Media sosial dapat membuat komunikasi dengan para pendukungnya menjadi tanpa batas ruang dan waktu. Sebut saja Joko Widodo, yang kini menjabat sebagai Presiden kita, dengan kekuatan sosial media, berhasil membuat perjalanan karir nya melesat bak meteor, berangkat dari orang nomor satu di Solo, cukup memakan waktu kurang dari 5 tahun , berhasil menjadi orang nomor satu di negeri ini. Dan kalo kita boleh menengok keluar,dari negeri paman sam , sosok Obama yang menjadi Presiden saat ini pun, berhasil menaklukkan bursa perpolitikkan dengan berbekal media sosial.  Obama yang pernah menjadi “anak menteng” dan penyuka nasi goreng ini, berhasil membangun persona nya lewat media sosial.

Media sosial, seperti punya kekuatan magis yang luar biasa. Cukup beberapa kali posting di FB misalnya, ribuan gerakan sosial bisa tercipta di dunia nyata, dan berimpact nyata dalam sisi positif. Sebut saja gerakan sosial yang meminta donor darah dari pasien tertentu, cukup post dan boom, ribuan orang ikut bahu membahu menawarkan darahnya. Kalo di Oneindonesia.com , ada gerakan satu klik untuk kebaikan, yang mengajak netizen untuk terlibat nyata dalam berbagai gerakan sosial dengan cukup bermodalkan like jempol anda.Tunggu tanggal mainnya yah 🙂

Namun sayangnya, masih banyak yang memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi yang kurang bertanggung jawab. Banyak account-account kosong atau kloningan dengan deretan postingan menuju ke SARA, sentimen politik, propaganda tertentu yang endingnya bisa memecah belah kelompok tertentu. Kalo ini terus berlanjut, ada kemungkinan bisa menjadi masalah serius di masyarakat kita, karena secara besar bisa terjadi           dis-integrasi bangsa.

Apapun medianya, apapun materinya, semuanya tentu kembali lagi ke diri kita masing-masing. Karena control dan proteksi itu ada dalam diri kita. Sebuah pisau bisa jadi alat untuk membunuh kalo di pegang oleh seorang psikopat, tapi pisau bisa dipake untuk menghasilkan masakan lezat kalo di pegang oleh chef , bahkan pisau bisa dijadikan hiburan kalo dipegang oleh ahli sirkus.

So, mari kita ciptakan atmosfir positif lewat media sosial, melalui gerakan oneindonesia.com , kita bisa menciptakan banyak kegiatan positif dan kita juga bisa membawa perubahan yang nyata bagi pendidikan kita.

Catet alamat sosial media kita yah, dan jangan malu untuk action hal positif bersama kita.

Ditunggu yah 🙂

FB : https://www.facebook.com/One1ndonesia

Instagram : https://www.instagram.com/one1ndonesia/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC4XfN2xXb7kCXtcM_lDAgRw

 

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Start typing and press Enter to search