In articles, Artikel, Edukasi, Satu Inspirasi, Satu Kebaikan, Umum, Uncategorized @id

Saya akan menceritakan 2 kisah kehidupan dari atlet softball yang menurut saya bisa menjadi salah satu gambaran tentang atlet Indonesia. Kisah pertama tentang atlet yang sudah mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional. Dodo(nama samaran) berasal dari keluarga yang cukup mapan, berpostur badan tinggi dan atletis serta memiliki disiplin yang tinggi diturunkan dari Ayahnya. Dodo merasa jatuh cinta dengan olahraga.Bakatnya sudah terlihat sejak Dodo masih kecil. Dodo berlatih sangat disiplin dan penuh kegigihan. Bukan hal yang sulit bagi Dodo untuk mendapatkan semua kebutuhan yang dapat menunjangnya menjadi atlet profesional.

Kisah kedua berasal dari seorang atlet yang sama seperti Dodo, tetapi nasib Dudu (nama samaran) tidak seberuntung Dodo yang memiliki keluarga yang mapan. Keseharian Dudu membantu pamannya untuk berjualan buah di pasarnya. Pamannya yang telah membawa Dudu mengenal dunia softball, karena pamannya merupakan salah satu atlet softball yang cukup terkenal dimasanya. Sejak kecil, Dudu selalu diajak pamannya berlatih bersamanya setelah berjualan. Karena keterbatasan uang untuk membeli bola softball, Dudu berlatih dengan menggunakan buah-buahan yang dijual selama Ia membantu pamannya berjualan. Tubuh kekar dan tenaga besar didapatkannya dengan cara mengangkat buah-buahan dan menjadi kuli panggul di pasar.

Kerja keras mereka berbuah manis, Dodo dan Dudu mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang kejuaraan Internasional. Pada saat kesempatan emas itu datang, Dodo yang sedang menyelesaikan program sarjana disalah satu Universitas swasta di Indonesia harus berhenti dikarenakan jadwal latihan yang padat dan dituntut untuk fokus berlatih. Sedangkan Dudu yang tidak seberuntung Dodo untuk dapat melanjutkan program sarjana, merasa sangat puas dengan pencapainnya untuk mewakili Indonesia di tingkat Internasional. Bonus dan gaji yang mereka dapatkan sangat menjanjikan sekali, bahkan cukup untuk membeli mobil city car dan barang-barang elektronik yang modern.

Waktu semakin berlalu, Dudu dan Dodo semakin tua, tubuh mereka sudah tidak seperti pada saat masa-masa “Emas” mereka. Sehingga posisi mereka sebagai atlet profesional dengan mudahnya tergantikan oleh generasi muda dibawahnya. Dodo harus rela melepas program sarjananya demi mengharumkan nama Indonesia dan begitu pula Dudu, sehingga mereka lupa akan masa pensiun mereka. Sekarang Dodo hanya menjadi pelatih dan Dudu menjadi satpam. Cerita Dodo dan Dudu sudah menjadi hal yang biasa untuk para atlet Indonesia. Tidak banyak para Atlet memiliki kodisi financial yang cukup kurang. Hal yang sangat menyedihkan terjadi pada para Atlet di Indonesia.

Bagaimana nasib mereka setelah mereka sudah tidak bisa menjadi atlet? Apakah mencari kerja di Indonesia hanya bisa bermodalkan sertifikat kejuaraan saja? Bagaimana mereka dapat menafkahi keluarganya? Kenyataannya di Indonesia untuk dapat bekerja masih mengedepankan nilai akademik. Ada beberapa atlet yang mensiasatinya untuk menambung atau menginvestasikan bonus serta gajinya sewaktu masih aktif menjadi atlet. Atau bekerja di Pemerintahan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi terkadang realisasinya tidak semudah itu. Pendidikan tetaplah hal yang mesti difokuskan untuk Dudu dan Dodo ataupun atlet lainnya di Indonesia.

Berdasarkan berita yang belakangan ini sedang marak, para atlet yang mendapatkan juara pada Olimpiade RIO 2016 mendapatkan bonus yang besar dan tunjangan seumur hidup. Hal tersebut merupakan kabar gembira bagi atlet Indonesia untuk lebih semangat dalam memajukan Indonesia dalam Cabang Olahraga yang ditekuni.

Selamat Hari Olahraga Nasional, semoga atlet bukanlah sekedar pekerjaan tapi juga merupakan sarana pendidikan bagi anak-anak bangsa yang berprestasi secara fisi dan bahkan mengharumkan nama bangsa.

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Start typing and press Enter to search