Hak Mendapatkan Pendidikan Melalui Sekolah Rumah

By August 3, 2016Artikel, Umum, Uncategorized @id

Sekolah rumah atau kerap disebut homeschooling masih menjadi buah pembicaraan di masyarakat umum, mungkin karena ketidaktahuan mengenai apa itu sekolah rumah, cara pembelajaran, penerapan kurikulum, atau dampak sosial pada anak yang menjalankan sekolah rumah.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2014 tentang Sekolah Rumah, diartikan dalam pasal 1 ayat 4: “Sekolah Rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana kondusif dengan tujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal.”

Di sekolah rumah, anak dapat mengikuti kurikulum yang sesuai dengan minat talentanya, berbeda dengan kurikulum yang diterapkan pada sekolah formal yang mengharuskan setiap anak mengikuti kurikulum yang berlaku di sekolah tersebut; atau dengan kata lain sekolah rumah memungkinkan modifikasi metode pembelajaran sesuai kebutuhan, daya tangkap dan minat anak.

Tanggung jawab pembelajaran sepenuhnya diserahkan kepada orang tua secara langsung, sehingga peran orang tualah yang menjadi penentu keberhasilan pembelajaran anak; dari sisi intelegensi, kemampuan komunikasi, kecerdasan emosional serta penyelesaian masalah dan tentu saja sisi spiritual.

Ada beberapa catatan penting yang ketika anak mendapatkan hak pendidikannya melalui sekolah rumah. Di antaranya adalah hak bersosialisasi, keberadaan sekolah di dalam rumah sudah seharusnya bukan menjadi tembok penghalang bagi anak untuk mendapatkan hak bersosialisasinya, dan peran orang tua dapat memfasilitasi hak anak ini.

Lalu bagaimana sikap dengan lingkungan yang masih menganggap “tabu” sekolah rumah ini? Seperti yang dijelaskan pada¬†Peraturan Mendikbud di atas, bahwa sekolah rumah bertujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal, dan lingkungan juga mendukung agar pembelajaran dapat berkembang secara kondusif,dan tidak memandang sebelah mata kepada anak dan orang tua yang memilih jalur sekolah rumah, karena pada dasarnya “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.” seperti yang terkandung dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1.

 

Leave a Reply